Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pekalongan selama
beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, di antaranya
Kecamatan Sragi, Siwalan, Wiradesa, Wonokerto, dan Tirto. Banjir dengan
ketinggian air mencapai sekitar 1,30 meter tersebut menyebabkan aktivitas
masyarakat lumpuh dan ratusan rumah terendam.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak
bencana, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., M.M., didampingi
jajaran pengurus PGRI, pada Selasa, 21 Januari 2026, menyerahkan bantuan
sembako secara simbolis kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus
Pranoto, S.H., M.H. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BPBD Kabupaten
Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kholid menyampaikan bahwa dampak
banjir yang cukup tinggi membuat masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas
sehari-hari secara normal. Kondisi inilah yang mendorong seluruh jajaran
pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Pekalongan untuk turut peduli dan mengambil
bagian dalam upaya kemanusiaan.
“Kami menyerahkan bantuan sembako ini kepada BPBD untuk keperluan dapur umum dan kebutuhan lainnya, karena BPBD yang paling memahami kondisi di lapangan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” tutur Bapak Kholid.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan,
Agus Pranoto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus
dan anggota PGRI Kabupaten Pekalongan atas kepedulian dan bantuan yang
diberikan kepada masyarakat terdampak banjir.
“Terima kasih atas bantuannya. Kami siap mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat maupun untuk mendukung operasional dapur umum,” ujar Agus Pranoto.
Agus Pranoto juga menjelaskan bahwa jumlah pengungsi banjir sempat mencapai lebih dari 2.000 orang. Setelah kondisi air di beberapa wilayah surut, sebagian pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, namun masih terdapat sekitar 900 pengungsi karena genangan air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya surut. Bahkan, hujan deras yang kembali turun pada Senin sore hingga malam hari (20/1/2026) menyebabkan banjir susulan di beberapa desa, termasuk Desa Galangpengampon (Wonopringgo) dan Dukuh Kranji (Kedungwuni), dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan jumlah personel BPBD, yang
saat ini hanya berjumlah 19 orang, menjadi tantangan tersendiri dalam
penanganan bencana. Meski demikian, BPBD terus membuka posko layanan 24 jam dan
berkoordinasi dengan Polres Pekalongan, TNI, tim SAR, PMI, serta instansi
terkait lainnya guna membantu evakuasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat
terdampak banjir.
Melalui kegiatan ini, PGRI Kabupaten Pekalongan menegaskan
komitmennya untuk tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga
hadir dan peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah
masyarakat.
Oleh: Obie Wijaya


