Iklan

PGRI Kabupaten Pekalongan Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir

PGRI.KAB_PEKALONGAN
Rabu, 21 Januari 2026
Last Updated 2026-01-22T07:17:27Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pekalongan selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sragi, Siwalan, Wiradesa, Wonokerto, dan Tirto. Banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,30 meter tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan ratusan rumah terendam.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., M.M., didampingi jajaran pengurus PGRI, pada Selasa, 21 Januari 2026, menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan.



Pada kesempatan tersebut, Kholid menyampaikan bahwa dampak banjir yang cukup tinggi membuat masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Kondisi inilah yang mendorong seluruh jajaran pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Pekalongan untuk turut peduli dan mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan.

“Kami menyerahkan bantuan sembako ini kepada BPBD untuk keperluan dapur umum dan kebutuhan lainnya, karena BPBD yang paling memahami kondisi di lapangan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” tutur Bapak Kholid.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Pekalongan atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Terima kasih atas bantuannya. Kami siap mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat maupun untuk mendukung operasional dapur umum,” ujar Agus Pranoto.

Agus Pranoto juga menjelaskan bahwa jumlah pengungsi banjir sempat mencapai lebih dari 2.000 orang. Setelah kondisi air di beberapa wilayah surut, sebagian pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, namun masih terdapat sekitar 900 pengungsi karena genangan air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya surut. Bahkan, hujan deras yang kembali turun pada Senin sore hingga malam hari (20/1/2026) menyebabkan banjir susulan di beberapa desa, termasuk Desa Galangpengampon (Wonopringgo) dan Dukuh Kranji (Kedungwuni), dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan jumlah personel BPBD, yang saat ini hanya berjumlah 19 orang, menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana. Meski demikian, BPBD terus membuka posko layanan 24 jam dan berkoordinasi dengan Polres Pekalongan, TNI, tim SAR, PMI, serta instansi terkait lainnya guna membantu evakuasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir.

Melalui kegiatan ini, PGRI Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga hadir dan peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.


Oleh: Obie Wijaya


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl