KAJEN, pgrikabpekalongan.web.id — PGRI Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Penulisan Berita Organisasi untuk memperkuat kompetensi pengurus Komunikasi dan Informasi (Kominfo) cabang dalam memublikasikan kegiatan organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sekretariat Lantai 2 PGRI Kabupaten Pekalongan, Selasa (27/10/2026), ini diikuti para ketua bidang Kominfo PGRI cabang se-Kabupaten Pekalongan dengan menghadirkan pemateri Dr. H. Agus Wismanto, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua III PGRI Kabupaten Pekalongan, Bara Akanto, M.Pd., yang mewakili Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP.,MM. Dalam sambutannya, Bara menegaskan bahwa Kominfo memiliki peran strategis dalam membangun citra organisasi melalui penyampaian informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami oleh anggota maupun masyarakat.
“Kominfo pada masa-masa kini sering dianggap sebagai public relations-nya organisasi. Tugasnya mengomunikasikan kegiatan-kegiatan organisasi kepada anggota dan masyarakat,” urainya.
Pak Bara berharap, melalui pelatihan ini, para ketua bidang Kominfo di tingkat cabang semakin terampil menulis berita dan sigap memublikasikan berbagai kegiatan organisasi. Dengan demikian, program kerja, aktivitas, dan capaian PGRI dapat diketahui secara luas oleh anggota maupun masyarakat.
“Mari ikuti kegiatan ini dengan saksama dan sebaik-baiknya agar nantinya kita bisa mewartakan kegiatan organisasi dengan baik,” tandas Bara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Pekalongan, Paryadi, S.Pd., M.A.; Sekretaris PGRI Kabupaten Pekalongan, Rohmad Kurniyadi, S.Pd.; serta Wakil Bendahara PGRI Kabupaten Pekalongan, Ranu Subroto, S.Pd.
Hadir sebagai pemateri, Dr. H. Agus Wismanto, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi (Kominfo) PGRI Provinsi Jawa Tengah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja sebuah organisasi turut dipengaruhi oleh kemampuan Kominfo dalam menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan capaian organisasi.
“Sebuah organisasi dicap rajin berkegiatan atau tidak, sangat bergantung pada peran bagian Komunikasi dan Informasi. Bila bagian Kominfo bekerja dengan baik dan semua kegiatan organisasi bisa diinformasikan dengan baik, organisasi tersebut akan dicap sebagai organisasi yang berkinerja baik,” jelas Agus Wismanto.
Sebaliknya, apabila informasi kegiatan jarang disampaikan, berbagai program dan capaian organisasi berpotensi tidak diketahui oleh anggota maupun masyarakat. Akibatnya, organisasi dapat dinilai kurang aktif meskipun sebenarnya memiliki banyak kegiatan.
Menurut Agus Wismanto, salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki pengurus Kominfo adalah kemampuan menulis berita. Keterampilan tersebut perlu dibangun melalui latihan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Menulis apa saja, termasuk menulis berita, kata kuncinya adalah berlatih dan terus berlatih. Menulis akan semakin terampil bila terus dilatih dan diasah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan komposisi dasar penulisan berita yang meliputi judul, baris tanggal (date line), teras berita (lead), dan tubuh berita. Judul harus menggambarkan pokok informasi, sedangkan baris tanggal menunjukkan lokasi asal berita.
Adapun teras berita merupakan paragraf pembuka yang merangkum inti peristiwa sekaligus menarik minat pembaca. Dalam menyusunnya, penulis perlu memperhatikan unsur 5W+1H, yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).
Pak Agus menekankan bahwa penulis perlu memilih unsur yang paling menarik untuk mengawali berita, kemudian melengkapinya dengan informasi pendukung agar berita tersaji secara runtut, jelas, dan mudah dipahami.
(Roby/Kominfo)
.jpeg)

.jpeg)

