Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana berbeda mulai terasa di lingkungan PGRI Kabupaten Pekalongan. Ada semangat yang pelan-pelan tumbuh semangat untuk tidak sekadar menjalani Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadikannya ruang kebersamaan, ruang berbagi, dan ruang bertumbuh bersama. Hal itu tertuang dalam surat resmi Pengurus PGRI Kabupaten Pekalongan tertanggal 16 Februari 2026 tentang Pengantar Panduan Kegiatan Ramadhan 2026 M/1447 H. Ada tiga kegiatan utama yang disiapkan. Yang pertama adalah Lomba Vlog Ramadhan. Di tengah kehidupan yang kini akrab dengan media sosial, PGRI ingin mengajak para guru tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pembawa pesan kebaikan. Melalui video singkat berdurasi 3–5 menit, para peserta diminta membagikan cerita, inspirasi, dan pengalaman tentang Ramadhan tentang ibadah, kepedulian sosial, suasana di sekolah, atau refleksi di era digital.
Kegiatan kedua adalah Gerakan 1.000 Khotmil Qur’an. Program ini terasa lebih khusyuk dan mendalam. Setiap cabang di Kabupaten Pekalongan ditargetkan melaksanakan dua kali khataman Al-Qur’an, sehingga terkumpul 42 khataman secara keseluruhan, di berbagai sudut kabupaten Pekalongan dari Doro, Kajen, hingga Petungkriyono ayat-ayat suci dibaca dan dilantunkan dalam waktu yang hampir bersamaan. Pembacaan dilakukan selama 25 hari sejak awal Ramadhan, dengan prosesi khotmil Qur’an daring setiap hari Sabtu pukul 16.00 WIB, termasuk agenda pada 7 Maret 2026. Setelah khataman, dilanjutkan dengan kajian Ramadhan yang memperkaya makna ibadah. Target pertama dan kedua khataman pun sudah dijadwalkan secara rinci, menunjukkan kesungguhan dan kedisiplinan dalam pelaksanaannya.
Kegiatan ketiga adalah Kajian Ramadhan yang direncanakan bekerja sama dengan UP Radio UPGRIS. Melalui siaran radio, pesan-pesan kebaikan diharapkan menjangkau lebih luas tidak hanya anggota PGRI, tetapi juga masyarakat yang mendengarkan. Ada nilai dakwah, ada nilai edukasi, sekaligus ada rasa kebersamaan yang mengalir melalui gelombang suara. Yang menarik bukan hanya isi kegiatannya, tetapi semangat yang tersirat di dalamnya. Pengurus meminta para Ketua Cabang untuk menyosialisasikan informasi hingga ke tingkat ranting. Artinya, Ramadhan ini ingin dirayakan bersama, dari tingkat kabupaten hingga ke unit terkecil organisasi “Nikmat Ramadhan Bersama PGRI” bukan hanya tema. Ia adalah harapan agar setiap anggota PGRI Kabupaten Pekalongan benar-benar merasakan bahwa Ramadhan tahun ini lebih hangat, lebih bermakna, dan lebih dekat satu sama lain.

